HAKEKAT DZIKIR

Nopember 18th, 2011 by santoaliwu

jjjj1dzikir artinya Mengingat Allah swt.Dalam artian Mengingat berarti tau siapa Allah swt sesungguhnya.Dalam hal ini saya pribadi mencoba mengangkat makna “INGAT”,Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan solat pada Hari Jumaat, maka bersegeralah kamu kepada mengingati Allah (zikrullah) dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.(Al-Jumuah 62:9–10)
Kata ingat disini adalah suatu perkara yang mana sudah terjadi yang kita tahu sebelumnya yang berarti kita bisa memaparkan saat kita mengingat kembali.Masih ingatkah saudaraku kepada Allah swt………..???
Setiap keindahan, kecantikan, kemeriahan, kemegahan, kekayaan, kekuasaan dan pelbagai perkara yang sangat ingin dinikmati manusia pastinya akan berubah dan memudar dan luput ditelan ganasnya hempasan ombak waktu dan peredarannya bagi yang tidak pernah bersyukur dalam kenikmatan yang dihadirkan-Nya. Tiba saat dan ketikanya, pasti semua berubah menjadi sunyi dan sepi yang ibarat tiada hujungnya.

Untuk dapat mengetahui dan mengembalikan ingatan kita saat masih di alam Arwah,Kita manusia harus mempunyai kekuatan untuk menembus dinding Hijab antara Hamba dan Allah swt.Dimanakah letak kekuatan itu??apakah semua manusia mempunyai kekuatan itu?Jawabanya YA!! semua bisa .
Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah kamu kepada Allah, (dengan) zikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepadaNya di waktu pagi dan petang.(Al-Ahzab 41-42)

Menurut keyakinan kita orang Islam bahawa semua makhluk yang wujud ini adalah kenal kepada Allah dan semua mereka berzikir kepada Allah, bertasbih dan sujud kepadaNya walaupun kita tidak mengetahui secara pasti bagaimana kaifiyat (cara) mereka sujud, zikir dan bertasbih. Ilmu tentang itu hanya ada di sisi Allah Subhanahu Wa Ta’aala. Tidak ada satu pun makhluk yang berada di alam maya ini yang bisa mengenal Allah kecuali manusia yang dikehendakinya.
Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tidak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memujiNya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha pengampun. (Al-Israa 17:44)
JIka kita benar - benar MENGINGAT ALLAH berarti tahu pasti akan keberadaan Allah,sehingga kita berani berikrar menngucapkan Kesaksian bahwa benar-benar Tiada Tuhan yang disembah kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan Allah.
Dalam hal ini telah terjadi perdebatan antar ulama mencari makna dari Dzikir kepada Allah swt.Alhamdulillah saya pribadi mendapat hidayah dari Allah swt dan menemukan apa makna dari kata INGAT KEPADA ALLAH.Untuk itu saya mengangkat artikel ini agar supaya saudara-saudaraku juga bisa mengetahuinya.sebab dalam Hadits qudsi “Aku (Allah) akan duduk bersama dengan orang-orang yang berzikir kepadaKu.” Hadist ini sering membuat saya tenang saat berdzikir.Kata INGAT KEPADA ALLAH ini hanya bisa dilakoni oleh orang-orang yang mau dan mempunyai kekuatan.

Pesan untuk saudaraku:
Ingatlah awal pertama dipertanyakan malaikat dalam kubur adalah ” MAN RABBUKA “Siapakah Tuhanmu??
“Manusia yang hidup kebanyakannya tidur (leka), apabila mati baru mereka terjaga (tersedar)’ - Saidina Ali k.r.a

Manusia adalah mahluk yang diciptakan untuk mentadbir dan memimpin,
dan setiap kepimpinan akan tetap akan dipertanyakan dan dipertanggungjawabkan. Akal manusia harus dipimpin dengan Agama agar tiap kebijakan dan kepandaian tidak akan bertukar dengan kekelaman hati dan jiwa yang akhirnya membawa kepada kebodohan dan kemusnahan.

“Hujung AKAL (Fikir) adalah pangkal AGAMA (Zikir)” - Buya Hamka
Firman Allah:
Wahai anak Adam, jika kamu berzikir (ingat) kepadaKu di dalam hatimu nescaya Aku akan ingat kepadamu dalam diriKu, dan jika kamu berzikir kepadaKu di khayalak ramai, niscaya Aku akan ingat kepadamu di khayalak ramai yang lebih baik daripadanya, dan jika kamu menghampiri Aku sejengkal, niscaya aku akan menghampiri kamu sehasta, dan jika kamu menghampiri Ku sehasta, niscaya Aku akan menghampirimu sedepa, dan jika kamu menghampiriKu dengan cara berjalan, niscaya Aku akan menghampirimu dengan cara berlari. (Hadis riwayat Imam Bukhari)

Untuk mengungkap makna INGAT KEPADA ALLAH hanyalah bisa di Klik disini

HAKEKAT RIYA’

Oktober 20th, 2011 by santoaliwu

061020111257Riya berasal dari kata Ru’yah yang artinya melihat.Secara kontekstual,riya’ adalah mencari kedudukan di hati manusia dengan menampakan kepada mereka tentang amal kebaikan.Dengan kata lain dapat diartikan bahwa riya itu adalah suatu keinginan hati untuk mendapat pujian manakala melakukan amal ibadah.
Banyak macam Riya’ dalam beribadah,sampai-sampai orang sufi sendiri tidak terlepas dari bahaya ini.Adakalanya orang yang sengaja memperlihatkan dirinya kurus dan pucat,agar disangka sebagai ahli jihat.Dengan kurus,untuk memberi kesan bahwa ia sedikit makan dan kurang tidur siang hari puasa dan malam bertahajud.Adakalanya merendahkan suara jika diajak bicara,memejamkan mata,dan mengeringkan bibir.
Adakalanya Riya’ dengan menampakan tingkah laku dan cara berpakaian.Tingkah laku itu misalnya dengan rambut yang tidak pernah disisir,mencukur kumis,menundukan kepala waktu berjalan,pelan-pelan jika berjalan,menetapkan bekas sujud pada kening,berpakaian tebal,bercelana cekak hingga mendekati betis,memendekan lengan baju,atau bahkan membiarkan pakaiannya sobek.
Semua itu biasanya dipergunakan untuk riya’ agar dapat dilihat dirinya adalah pengikut hamba-hamba shalih,pengikut-pengikut ulama salaf dan pengikut sunah nabi yang setia.Selain itupula dapat dijumpai pula seseorang riya’ dengan perkataanya.Menurut Imam Al Ghazali,riya’ ini seringkali menimpa pada ahli agama melalui nasihat,peringatan,perkataan yang seolah-olah penuh hikmah,penghafalan hadis dan ayat-ayat.
Demikianlah konsep riya’ yang sering kita jumpai dalam pandagan sufi.Maka dari itu para sufi selalu menjaga hatinya jangan tertimpa riya’ dan selalu berusaha berjuang keras untuk melawan dirinya sendiri dari keingina dipuji orang lain.
Insya Allah kita semua terhindar dari sifat tersebut…………………..

Mengendalikan Perasaan

Juli 4th, 2011 by santoaliwu

03042011053Ketika engkau mendapatkan kebahagiaan atau keberuntungan yang luar biasa,tentu hatimu bergelora karena gembira.Ketika engkau tertimpa musibah yang tidak menyenangkan,maka hatimu pun merasa dingin dan bergejolak sedih.Gembira dan sedih adalah dua perasaan yang dimiliki setiap orang.Perasaan yang saling bertolak belakang.Saya menamakan sebagai emosi.

Sebagai seorang muslim yang arif,hendaknya engkau mampu mengendalikan perasaan.Artinya,ketika mendapatkan kebahagiaan janganlah bergembira secara berlebih-lebihan.Jika ditimpa musibah jangan terlalu larut dalam kesedihan.Ingatlah Rasulullah pernah bersabda demikian,”Aku membenci dua suara bodoh dan ceroboh,yaitu dia melantunkan lolongan kleras ketika mendapatkan kenikmatan dan melolong keras ketika mendapat musibah”.

Allah swt berfirman dalam QS.Al-Hadid 23 yang artinya:”(kami jelaskan yang demikian itu)agar kamu jangan duka cita terhadap apa yang lepas darimu,dan agar kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu.dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong dan membanggakan diri”.

Ukuran kesabaran adalah ketika engkau mendapat musibah atau mendengarkan kabar yang tidak menyenangkan,namun engkau tetap tenag.Ini berarti engkau mampu menguasai perasaanmu.Karena itu Rasulullah saw.bersabda,”sesungguhnya kesabaran itu ketika guncangan pada kali pertama”.

Barangsiapa yang dapat mengontrol perasaanya ketika musibah menakutkan datang menimpanya,atau kenikmatan(kebahagiaan)menghanyutkan jiwa,maka dirinya berhak mendapatkan ketenangan hati,kedudukan yang tinggi,dan mencapai kebahagiaan.Hingga pada akhirnya dapat menikmati semua itu.

Allah swt.menggambarkan karakter orang sombong.Sesungguhnya orang sombong merasa bersedih hati manakala mendapatkan sedikit saja musibah.Namun jika mendapatkan kenikmatan,dia menjadi terlena dan bergembira secara berlebih-lebihan.Dan inilah kebanyakan sifat manusia.

Oleh karena itu,jika engkau merasa beriman hendaknya ikhlas dan sabar ketika mendapat musibah.Jika mendapatkan kenikmatan hendaknya jangan lupa diri,tetapi bersyukurlah kepada Yang Memberi.

Sesungguhnya gejolak perasaan yang menggelora ketika berhadapan dengan sesuatu menyebabkan seseorang tidak bisa mengontrol dirinya sendiri.Perasaan seperti ini mendorong tubuh gemetar,jantung berdegup,perasaanya diliputi oleh amarah yang tidak terkendalikan sehingga terlena melampaui batas.Akhirnya cenderung untuk berbuat di luar batas kewajaran dan dzalim.

Pada saat kondisi seperti itu,jika dirimu mendapatkan kenikmatan dan kesenangan,tentu menjadi sangat gembira dan lupa diri.Didalam kebahagiaan,engkau merasa tidak sadar berbuat aniaya terhadap diri sendiri.Atau,dengan mudahnya mengusir orang lain,mencela,melupakan kebaikannya dan menghapus kemuliaannya.Jika engkau cinta kepada seseorang,engkau akan berlebih-lebihan dalam memberikan penghormatan dan pujian.Diungkapkan dalam sebuah hadis,”Cintailah kekasihmu sewajarnya saja dan jangan berlebih-lebihan.Mungkin bisa jadi satu hari dia akan menjadi orang yang paling kamu benci.Dan bencilah kepada seseorang secara wajar dan jangan berlebihan,karena bisa jadi suatu hari dia akan menjadi kekasihmu yang setia”.

Barangsiapa yang mampu mengendalikan perasaan dan membimbing emosinya,dapat menimbang sesuatu dan menjadikannya sesuai kemampuanya,maka dirinya telah mendapat kebenaran dan petunjuk.

Adil merupakan masalah yang mendasar,yang perlu diperhatikan oleh semua orang,Terutama penegak hukum dalam menegahi atau mengadili sesuatu.Islam sendiri ditegakan demi keadilan dan kebenaran.Kebenaran dalam kabar perlu disampaikan dan keadilan dalam hukum perlu diterapkan.semua itu bisa dilakukan apabila dirimu telah terlatih dalam mengendalikan perasaan.

Posting: Santo Aliwu