Syukuran Di Rumah Dinas Wagub Gorontalo

Februari 16th, 2012 by santoaliwu

Sebelum pemilihan Gubernur Kerukunan Kekeluargaan Nurul Tauhid Pusat Gorontalo dengan hormat diundang untuk membawakan Dzikir dirumahnya Bapak Idris rahim dalam menyambut “pesta rakyat “.Dalam “pesta rakyat” tersebut beliau mencalonkan sebagai wakil Gorontalo yang nantinya jika terpilih akan mendampingi Bapak Rusli Habibie nantinya.Alhamdulillah Akhirnya setelah melewati “pesta rakyat” atau PILGUB yang dilaksanakan tanggal 16 November 2011 beberapa hari lalu, terpilihlah pasangan Rusli Habibie dan Idris Rahim sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Gorontalo untuk periode 2012 – 2017. Hasil ini cukup mengagetkan dan diluar dugaan para pengemat politik setempat. Pasangan Rusli Habibie dan Idris Rahim berhasil meraih sekitar kurang lebih 43% suara yang mengalahkan pasangan incumbent Gusnar Ismail dan Tonny Uloli dan pasangan David Bobihoe dan Nelson Pomalingo. Read the rest of this entry »

Rukun Islam

Januari 5th, 2012 by santoaliwu

Islam dalam pengertian umum sering dikatakan singkatan dari sholat lima waktu yakni Isya-Subuh-Lohor-Ashar-Magrib.Tetapi intinya bahwa islam bukan sekedar membahas masalah sholat.Berdirinya islam karena adanya RUKUN.Jadi salah satu rukun tidak diketahui atau tidak dilaksanakan maka tidak sah Islamnya.Malah bisa jadi hanya sekedar ISi aLAM.Rukun Islam sama-sama kita ketahui ada lima perkara yaitu:

  1. SYAHADAT
  2. SHOLAT
  3. PUASA
  4. ZAKAT
  5. HAJI

Dari kelima perkara tersebut pada umumnya hanya Empat perkara yang sungguh-sungguh dikerjakan oleh kaum muslimin.Kemanakah satu perkara itu?.Dari sisi pelaksanaannya sholat,puasa,zakat dan haji telah dilaksanakan tapi kebanyakan mereka melupakan satu perkara yakni syahadat?.Padahal justru Syahadatlah yang paling sakral dari ke lima rukun islam.Banyak para ulama mengatakan bahwa Syahadat cukup diucapkan saja,yang mana Aku bersaksi bahwa benar-benar Tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah.Disini justru kita harus hati-hati dalam pengucapannya kalau tak tau maknanya akan jatuh Syirik.Dalam mengucapkan Syahadat diperlukan Niat sama halnya dengan ke Empat Rukun Islam lainya.Dalam Syahadat pula kita benar-benar bersaksi dengan adanya Penyaksian,sebab Syahadat ini dipertanyakan dan diikrarkan dari Dalam Rahim Perut ibu,setelah lahir didunia,kemudian diKhitan,terus melangkah ke Pelaminan hingga  sampai ke liang Lahat.Nah dari kesimpulan diatas bisa kita cermati bahwa memang harus kita mengenal dan melihat Allah.Cara melihat Allah harus ditempuh melalui jalan  tangga-tangga naik yaitu Syareat,Thoreqat,Hakekat,Makrifat dan Makrifatullah.

surah / surat : Al-Ma’aarij Ayat : 3
mina allaahi dzii alma’aariji

Artinya:(yang datang) dari Allah, Yang mempunyai tempat-tempat naik.

Kalau benar telah melihat maka untuk menunaikan rukun yang kelima yaitu Haji tidaklah bingung,”LABAIK ALLAHUMA LABAIK”(Aku memenuhi panggilanMu ya Allah)sebab kita telah mengetahui sehingga sampai pada padang ARAFAH kita benar-benar melihat berMujahadah dengan Allah.Karena makna dan arti ARAFAH adalah Melihat/Mengenal.ARAFAH itu sendiri apa yang di katakan MAKRIFAT.

Jadi Syahadat memang sangat penting dalam pembentukan diri seseorang,karena lepas dari makna sebenarnya kita akan jatuh KAFIR.Telah banyak ayat-ayat yang telah di firmankan oleh Allah swt antara lain:

Firman Alloh Subhanahu wa Subhanahu wa Ta’ala :

]ألم تر إلى الذين أوتوا نصيبا من الكتاب يؤمنون بالجبت والطاغوت ويقولون للذين كفروا هؤلاء أهدى من الذين آمنوا سبيلا[

“Tidakkah kamu memperhatikan orang-orang yang diberi bagian dari Al kitab ?, mereka beriman kepada Jibt dan Thoghut, dan mengatakan kepada orang-orang kafir (musyrik Mekkah), bahwa mereka itu lebih benar jalannya dari orang-orang yang beriman.” (QS. An nisa’, 51 )

Dari Abu Saidt, Rasululloh ShallAllohu’alaihi wa Sallam bersabda :

"لتتبعن سنن من كان قبلكم حذو القذة بالقذة، حتى لو دخلوا جحر ضب لدخلتموه"، قالوا : يا رسول الله، اليهود والنصارى ؟ قال :" فمن ؟ " أخرجه البخاري ومسلم.

“Sungguh kalian akan mengikuti (meniru) tradisi umat-umat sebelum kalian selangkah demi selangkah sampai kalaupun mereka masuk kedalam liang biawak niscaya kalian akan masuk ke dalamnya pula.”, para sahabat bertanya : “Ya Rasululloh, orang-orang yahudi dan Nasranikah ?”, beliau ShallAllohu’alaihi wa Sallam menjawab : “siapa lagi ?” (HR. Buhkhori dan Muslim).

]قل هل أنبئكم بشر من ذلك مثوبة عند الله، من لعنه الله وغضب عليه، وجعل منهم القردة والخنازير وعبد الطاغوت[.

“Katakanlah :” maukah aku beritakan kepadamu tentang orang-orang yang lebih buruk pembalasannya dari pada (orang-orang fasik) itu dihadapan Alloh, yaitu orang-orang yang dilaknati dan dimurkai, dan diantara mereka ada yang dijadikan kera dan babi, dan orang-orang yang menyembah Thoghut” (QS. Al maidah, 60).

Makna dari JIBT dan THOGHUT seperti yang dikatakan dalam Qs.An Nisa ayat 51 yaitu penyembahan kepada BERHALA dan SYETAN yang berwujut manusia.JIBT artinya Berhala sedangkan THOGHUT artinya SYETAN yang berwujut manusia.

Setelah kita memahami makna dari Syahadat kita menuju ke rukun islam yang kedua yaitu Sholat.Di sholat ini kita harus bisa khusyu dalam penyembahan seperti dalam firman Allah yang artinya Hanya mereka yang khusyu yang akan sampai kepadaKU.Setelah sholat kita melangkah ke rukun islam yang ketiga yakni Puasa,di Puasa ini kita dituntut agar supaya bisa menahan nafsu.sebagian para ulama mengatakan menahan lapar dan haus tapi pada Hakekatnya Puasa adalah Membiasakan diri tidak memiliki apa-apa karena semua adalah hak atau milik allah.kemudian  kita ke tahap rukun ke empat yakni Zakat.Zakatpun harus di awali dengan Niat yang mana benar-benar karena Allah.Selanjutnya Fase terakhir yaitu Haji.Nah pada Rukun islam ke lima inilah penentuan seseorang dalam beribadah kepada Allah dimana  pada Rukun kelima ini kita dipanggil oleh Allah dalam “rumahNya”.dan apakah Haji selama ini bisa dikatakan Mabrur?? Inti semua rukun islam adalah INGAT ALLAH.!!!Jikalau kita paham dan mengenal Allah swt PASTI!! segala keinginan kita dapat terwujut. Dia telah katakan WUJUD .WUJUD berarti ADA… Tapi dimana……???

Artikel ini saya muat untuk menguatkan Tauhid yang sebenarnya kepada saudaraku sekalian agar kita tidak terjebak kepada ulama-ulama palsu seperti yang di khawatirkan oleh Nabi Muhammat SAW yang mana beliau bersabda ” Yang aku takutkan pada kalian adalah Ulama yang bermuka Dajjal “.

Posting:santo Aliwu



Dimana Letak Kesesatan Syech Siti Jenar…?

Desember 21st, 2011 by santoaliwu

syech-siti-jenar1

Setelah mengungkap ilmu makrifat syech siti jenar dalam Ucapan spiritual Syekh Siti Jenar tersebut diucapkan pada saat para wali menghendaki diskusi yang membahas masalah Micara Ilmu Tauhid. Diskusi para wali diadakan setelah Dewan Walisanga mendengar bahwa Syekh Siti Jenar mulai mengajarkan ilmu ma’rifat dan hakikat. Sementara dalam tugas resmi yang diberikan oleh Dewan Walisanga hanya diberi kewenangan mengajarkan syahadat dan tauhid. Sementara menurut Syekh Siti Jenar justru inti paling mendasar tentang tauhid adalah Penyatuan, di mana seluruh ciptaan pasti akan kembali menyatu dengan yang menciptakan.Innalillahi wainailahi rojiun.

Pada saat itu, Sunan Gunung Jati mengemukakan, “Adapun Allah itu adalah yang berwujud haq”; Sunan Giri berpendapat, “Allah itu adalah jauhnya tanpa batas, dekatnya tanpa rabaan.”; Sunan Bonang berkata, “Allah itu tidak berwarna, tidak berupa, tidak berarah, tidak bertempat, tidak berbahasa, tidak bersuara, wajib adanya, mustahil tidak adanya.”; Sunan Kalijaga menyatakan, “Allah itu adalah seumpama memainkan wayang.”; Syekh Maghribi berkata, “Allah itu meliputi segala sesuatu.”; Syekh Majagung menyatakan, “Allah itu bukan disana atau disitu, tetapi ada.”; Syekh Bentong menyuarakan, “Allah itu itu bukan disana sini,Laisaka Mislihi.”; Setelah ungkapan Syekh Bentong inilah, tiba giliran Syekh Siti Jenar dan mengungkapkan konsep dasar teologinya di atas. Hanya saja ungkapan Syekh Siti Jenar tersebut ditanggapi dengan keras oleh Sunan Kudus, yang salah menangkap makna ungkapan mistik tersebut, “Jangan suka terlanjur bahasa menurut pendapat hamba adapun Allah itu tidak bersekutu dengan sesama.”

Mulai persidangan itulah hubungan Syekh Siti Jenar dengan para wali memanas, sebab Syekh Siti Jenar tetap teguh pada pendirian tauhid sejatinya. Sementara para Dewan Wali mengikuti madzhab resmi yang digariskan oleh kerajaan Demak, Sunni-Syafi’i. Sampai masa persidangan penentuannya, Syekh Siti Jenar tetap menyuarakan dengan lantang teologi manunggalnya dengan PengAKUanya.

Dimanakah letak Kesesatan Syech Siti Jenar…?jawabanya pada diri anda masing-masing.

Allah adalah Allah dan Hamba adalah Hamba.

Jadi kalau menurut saya dalam teori Pengenalan kepada Zat Allah swt hanyalah diberikan kepada yang dikehendaki-Nya.Untuk sampai ke titik puncak kesufian sejati adalah DIAM!!!.Karena Malaikat pencatat baik dan buruk itu menulis apa yang selalu kita keluarkan dari Lidah tak bertulang kita.Pada Prinsipnya Malaikat mencatat pada siapa saja yang masih Hidup didunia ini,tapi sebaliknya jikalau orang tersebut telah Mati dalam Kehidupanya Insya allah tak ada lagi yang perlu dicatat!!!

Tapi ingat…..!!!kalau kita DIAM dalam hal ini telah mencapai Kesufian Sejati mau dikemanakan Agama islam ini??kalau semua pada bisu.Padahal Nabi Muhammad SAW selalu mengikrarkan dengan lantang kalimat Laailahailallah kepada siapa saja yang buta sama sekali tentang islam.

Wallahualam bissawab

posting:santoaliwu